Setelah dinyatakan lolos administrasi calon Adiwiyata Provinsi tahun 2018, tig sekolah di Kota Binjai yakni SDN 024762, SDN 029068 dan MIN Binjai didatangi oleh Tim Verifikasi Lapang Calon Sekolah Adiwiyata Tingkat Nasional dari Tim Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Sumatera Utara, Selasa (06/11).

Kedatangan tim verifikasi lapang di ketiga sekolah tersebut diterima oleh Tim Adiwiyata DLH Kota Binjai serta kepala sekolah dan guru tiga sekolah tersebut.

Pada ketiga sekolah tersebut dilakukan pemaparan tentang program Adiwiyata yang berwawasan lingkungan yang sudah dilakukan baik di SDN 024762, SDN 029068 dan MIN Binjai. Selanjutnya dilakukan penilaian lapangan dengan melakukan dialog dengan guru serta melihat secara langsung kondisi riil pengelolaan sekolah Adiwiyata sesuai yang tercantum dalam laporan yang sudah dikirimkan.

Kepala Bidang Pengelolaan Kualitas Lingkungan DLH Kota Binjai Amas Mansyur Siregar, ST mengungkapkan verifikasi lapang calon sekolah Adiwiyata Provinsi ini dilakukan berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 5 Tahun 2013 Tentang Pedoman Pelaksanaan Program Adiwiyata.

“Adapun penetapan sekolah Adiwiyata meliputi, penetapan sekolah Adiwiyata tingkat kabupaten apabila mencapai nilai paling rendah 56, penetapan sekolah Adiwiyata tingkat provinsi apabila mencapai nilai paling rendah 64, penetapan sekolah Adiwiyata tingkat nasional apabila mencapai nilai paling rendah 72 diusulkan oleh pihak provinsi dan penetapan sekolah Adiwiyata tingkat Mandiri apabila sekolah Adiwiyata tingkat nasional dan telah melakukan pembinaan ke-10 sekolah dan telah ditetapkan sebagai sekolah Adiwiyata tingkat kabupaten,” ungkapnya.

Amas menjelaskan, komponen/indikator penilaian sekolah Adiwiyata sesuai Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 05 Tahun 2013 Tentang Pedoman Pelaksanaan Program Adiwiyata meliputi kebijakan berwawasan lingkungan, pelaksanaan kurikulum berbasis partisipatif, kegiatan lingkungan berbasis partisipatif dan pengelolaan sarana pendukung ramah lingkungan.

Harapan kami untuk ke depan, seluruh sekolah calon Adiwiyata tetap bersemangat dalam meraih predikat Adiwiyata baik tingkat kabupaten, provinsi hingga nasional maupun mandiri. Namun demikian, tujuan utama yang terpenting adalah bagaimana sekolah dapat menerapkan suasana sekolah yang berwawasan lingkungan dengan melibatkan semua pihak sekolah, baik guru maupun muridnya,” pungkasnya.