BINJAI,DLHBinjaiNews (04/01/2020) Kesadaran warga di Kota Binjai untuk tidak membuang sampah sembarangan nampaknya masih jadi persoalan serius. Hingga kini masih banyak ditemukan tumpukan sampah atau TPS liar.

Pemerintah melalui OPD yang memiliki tugas dan fungsi dalam pengelolaan sampah yaitu Dinas Lingkungan Hidup Kota Binjai, Satgas Kebersihan Kecamatan dan Dinas Perindagnaker Kota Binjai harus bekerja ekstra untuk menangani persoalan sampah di wilayahnya. 

Seperti halnya penumpukan sampah yang ada di Jalan Kolonel M. Mawar, Kelurahan Tangsi, Kecamatan Binjai Kota, Kota Binjai, ditemukan tumpukan sampah rumah tangga dan sampah dagangan, padahal telah ada plank himbauan kebersihan yang terpasang tidak jauh dari lokasi TPS liar. Oknum yang membuang sampah kerap beraksi dimalam hari, dengan memakai sepeda motor, becak sepeda dan mobil berdasarkan keterangan dari warga sekitar.

Kabid Kebersihan dan Angkutan Dinas Lingkungan Hidup Kota Binjai, Muhammad Alhuda, S.STP mengatakan bahwa lokasi TPS liar tersebut sudah berulang kali dilakukan pembersihan oleh pihaknya meski lokasi TPS liar itu bukan wilayah kerja DLH Kota Binjai namun wilayah kerja Satgas Kebersihan Kecamatan Binjai Kota.

“Pihak kami telah berulang kali melaksanakan kegiatan kebersihan dan mengangkut sampah di lokasi TPS liar ini, tidak hanya kami namun juga melalui kegiatan gotong royong massal Pemko Binjai bersama jajaran TNI 0203/lkt, tapi tetap saja keesokan harinya sampah liar kembali ada. Padahal kami juga telah memasang plank himbauan kebersihan yang berjarak sekitar 100 meter dari TPS liar dan beberapa ratus meter didepan kearah pasar tavip juga sudah ada kontainer sampah milik Dinas Perindagnaker Kota Binja” jelas huda.

lanjut huda “sejatinya tugas petugas dari DLH bukanlah mengurus TPS liar. Tugas mereka kan sebenarnya mengurusi TPS yang resmi. Yang liar liar itu sebenarnya bukan tugas mereka. Tapi karena sudah mengganggu, terpaksa kita bantu angkut,” ungkapnya.

Memang menjadi dilema. Ketika petugasnya mengangkut sampah yang menumpuk di sejumlah titik TPS liar, dikhawatirkan hal ini malah ditangkap sebagai ”restu” untuk membuang sampah di TPS liar. Sementara saat dibiarkan, tentu saja dampaknya akan merugikan masyarakat.

Pihaknya juga menyayangkan kesadaran masyarakat masih rendah, padahal sudah sering dilakukan sosialisasi ke masyarakat melalui kecamatan, kelurahan dan kelompok masyarakat, serta adanya bank sampah untuk menabung sampah anorganik yang ada diwilayah kelurahan agar masyarakat lebih mudah mengelola sampahnya dan tidak membuang sampah sembarangan, Karena pasti akan menyebabkan banyak bencana.

“Buang sampah sembarangan berarti menyemai bencana. ketika sampah liar menumpuk, terjadi kebakaran siapa yang tanggung jawab. Ketika buang ke Daerah Aliran Sungai, terjadi banjir ada korban, siapa yang tanggung jawab, ujar dia.

Salah satu penyebab banyak warga buang sampah sembarangan adalah karena ada satu sampah yang mengawali dibuang ke tempat itu. Istilahnya buanglah sampah pada temannya, karena jika ada satu titik sampah maka akan dijadikan tempat pembuangan sampah liar.

Huda berharap kerjasama seluruh pihak dibutuhkan dalam menangani persoalan persampahan, sampah bukan tanggung jawab pemerintah semata, tetapi juga masyarakat selaku penghasil sampah. Kalau bukan kita yang perduli dengan kota kita, siapa lagi.