BINJAI,DLHBinjaiNews (2/10/2019) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Binjai bekerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Binjai membersihkan kawasan sungai mencirim yang tersumbat akibat tingginya volume sampah. Kegiatan bersih sungai ini merupakan salah satu tugas rutin yang dilaksanakan BPBD Kota Binjai sebagai langkah awal mengantisipasi terjadinya banjir yang diakibatkan meluapnya air sungai mengingat saat ini curah hujan cukup tinggi terjadi di kota binjai sekaligus upaya menyadarkan masyarakat tentang pentingnya sungai sebagai sumber kehidupan dan menghilangkan kebiasan membuang sampah di sungai. Rabu (2/10)

“Ini suatu gerakan untuk mengantisipasi, karena sudah masuk musim penghujan. Sehingga BPBD Kota Binjai melakukan Gerakan Kesiapsiagaan Penanggulangan bencana melalui bersih-bersih agar nanti kalau hujan sungai itu tidak meluap,” ucap Zulfikar salah seorang satgas BPBD Kota Binjai.

Adapun sampah yang menyumbat aliran sungai Mencirim ini mayoritas batang bambu. Sebagiannya dahan pohon, plastik dan sampah rumah tangga.

Tim Satgas Kebersihan dari DLH Kota Binjai dipimpin Kasi Kebersihan Edi Suprayitno, S.Sos mengatakan pihaknya menerjunkan 10 personel Satgas Kebersihan dibawah pengawasan Kasi Kebersihan Edi Suprayitno, S.Sos untuk membantu rekan-rekan BPBD Kota Binjai membersihkan sampah di kawasan sungai mencirim tepatnya dibawah jembatan kelurahan mencirim. Sehingga diharapkan aliran air bisa kembali lancar.

Menurutnya Tim Satgas Kebersihan DLH Kota Binjai melarungkan sebagian sampah bambu yang menumpuk di Sungai Mencirim. Smentara sebagian lainnya ditempatkan di tepi sungai dan rekan-rekan BPBD Binjai yang juga menyusuri aliran sungai mencirim dengan menggunakan perahu karet untuk memeriksa kondisi serta titik rawan berkumpulnya sampah disepanjang sungai mencirim.

Tidak mudah mengatasi sampah bambu. Ini hampir di sepanjang bantaran Sungai Mencirim dipenuhi pohon bambu yang sewaktu-waktu dapat tumbang atau tergerus dan hanyut bersama air sungai,” ucapnya.

Masyarakat juga dihimbau untuk tidak membuang sampah ke sungai dan menggalakkan kerja bakti secara rutin, dan bagi penggiat usaha tidak membuang limbahnya ke sungai agar sungai tidak keruh dan bau guna meminimalisir dampak jika nanti terjadi bencana,” jelas Edi..(RAM-DLH)