BINJAI,DLHBinjaiNews (1/12/2019) Siapa yang menyangka pot bunga indah ini terbuat dari sampah. Tepatnya sampah Popok Bekas. Ide dan pemikiran Ateng Supianto, S.Pd patut diacungi jempol. Karya guru matematika yang mengajar di salah satu perguruan swasta di Kabupaten Langkat ini sangat inspiratif. Dia mampu menyulap popok bekas menjadi barang yang bernilai ekonomi. Dan memiliki daya guna.

Memang kreasi ini bukanlah sesuatu yang baru terjadi, namun untuk di Kota Binjai sendiri, perajin daur ulang sampah dari popok bekas masih jarang, bisa jadi saat ini Ateng Supianto, S.Pd masih satu-satunya yang membuatnya.

Popok bekas seringkali dianggap sampah yang tidak dapat diolah atau dianggap momok karena perlu waktu 100 tahun untuk bisa terurai.

“Timbunan sampah setiap hari kian menggunung, baik organik maupun anorganik. Apalagi popok bekas yang saat ini menjadi masalah serius bagi lingkungan,” ungkap Ateng, Kamis (28/11).

Berangkat dari persoalan tersebut, Ateng lantas menggali ide. Untuk menjawab keresahannya itu. Apalagi saat ini semakin banyak popok bekas yang dibuang di sembarang tempat, khususnya di aliran sungai.

Maka terbersitlah dalam benak Ateng untuk mengolah dan memanfaatkan popok bekas. Agar tak lagi menimbulkan masalah.  Serta bisa menjadi barang yang berdaya guna.

Ateng kemudian mencari referensi ilmu untuk mempraktekkannya melalui video Youtube maupun artikel. Setelah gagal beberapa kali dan mencoba terus akhirnya Ateng berhasil membuat Pot Bunga dari Popok Bekas.

Ateng menjelaskan proses pembuatan pot bunga dari popok diawali dengan membersihkan popok bekas, setelah bersih kemudian popok dijemur hingga kering, Setelah kering, Ateng memisahkan gel yang ada didalam popok untuk kemudian dimanfaatkan sebagai pupuk tanaman, Sementara kain popok kemudian ia cuci untuk selanjutnya dicampur dengan rendaman cair anti bakteri serta semen dan dicetak dengan media ember bekas/kaleng bekas,

Setelah mengering, pot bunga yang indah dengan beragam ukuran dan bentuk sesuai kreasi siap dipergunakan. Untuk  menambahkan nuansa artistiknya, pot bunga juga bisa diwarnai sesuai keinginan.Dan hasilnya Kesan popok bekas yang menjijikkan pun hilang seketika.

Kepala UPTD Pengolahan Sampah dan TPA DLH Kota Binjai, Debby Lestari, SE didampingi Fasilitator DLH tengah melihat kerajinan tangan dari Sampah yang dibuat Ateng

Ateng yang juga Direktur Bank Sampah Rambutan Jaya yang berdomisili di Jl. Gunung Jaya Wijaya,  Kelurahan Binjai Estate Kecamatan Binjai binaan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Binjai ini disamping menjalani tugas utamanya sebagai guru matematika berharap bisa memberikan ilmu kepada masyarakat khususnya ibu-ibu yang memiliki bayi tidak membuang sembarang popok anaknya dan mampu mengurangi sampah limbah popok. Terlebih ateng berharap pemerintah bisa mewadahi idenya untuk bisa diterapkan di Kelurahan lainnya sehingga disamping ada pasar untu memasarkan produknya juga untuk menjaga kebersihan dan konservasi lingkungan dari bahaya sampah.

“Tujuan saya membuat produk ini berharap ke depan ada perhatian dari masyarakat. Sehingga mereka bisa merubah pola pikir dan perilaku yang berwawasan lingkungan,” ujarnya.

Tidak hanya pot bunga, ada juga pernak – pernik asesoris yang dihasilkan dari sampah plastik,, mulai dari Pakaian, Tas, Bunga Plastik, Vas, Hiasan Dinding dan lain-lainnya. (RAM-DLH)