BINJAI,DLHBinjaiNews (30/10/2018) Secara umum sampah dibagi menjadi 2 (dua) jenis yaitu Sampah Organik dan Sampah Non Organik. Sampah organik adalah  sisa makanan dan sisa organisme, sedangkan sampah non organik adalah sampah yang dihasilkan dari berbagai macam proses, dimana jenis sampah ini tidak dapat terurai oleh bakteri secara alami dan pada umumnya membutuhkan waktu yang sangat amat lama didalam penguraiannya, adapun sampah Non Organik yang memiliki nilai jual misalnya sampah plastik, kaca beling, logam, kertas, dan lain-lainnya.

Sampah akan berdampak buruk dan berakibat fatal bila  tidak dikelola dengan baik, diantaranya mengakibatkan banjir, longsor, menghadirkan bau tidak sedap dan membawa wabah penyakit. Solusinya adalah mengubah gaya hidup dengan memilah sampah yang organik dan non organik. Untuk Sampah organik adalah Komposting dan Non Organik diberikan ke pengelola bank sampah. Bank Sampah adalah suatu organisasi atau wadah yang memiliki konsep seperti perbankan, dengan melakukan penerimaan dan penyetoran tabungan dari masyarakat berupa barang bekas atau sampah non organik kering yang memiliki nilai ekonomi yang berasal dari rumah tangga atau lembaga.

Untuk mendukung upaya pengelolaan sampah rumah tangga yang baik dan ramah lingkungan melalui pemanfaatan bank sampah sebagai wadahnya, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Binjai melaksanakan kegiatan pelatihan Bank Sampah yang bertempat di Aula Dinas Kesehatan Kota Binjai Jl. Hiu No.59 Kelurahan Timbang Langkat Kecamatan Binjai Timur, Kota Binjai, Selasa (30/10).

Acara pelatihan tersebut dibuka langsung oleh Ketua TP.PKK Kota Binjai Ny. Hj.Lisa Andriani M.Idaham, dalam sambutannya Lisa menyampaikan pelatihan bank sampah merupakan salah satu program kerja dari pokja III TP PKK Kota Binjai tahun 2018, yang difasilitasi oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Binjai

Kegiatan pengurangan sampah bermakna agar seluruh lapisan masyarakat, baik pemerintah, dunia usaha, maupun masyarakat luas, mampu melaksanakan kegiatan pembatasan timbulan sampah, daur ulang, dan pemanfaatan kembali sampah.

“Dikesempatan ini saya mengajak kita semua, baik kelompok terkecil yaitu keluarga, untuk tidak menganggap sepele terhadap sampah, mari kita coba mengolah sampah agar bermanfaat dan dapat menambah pendapatan keluarga,”  pinta Lisa.

Lisa juga mengingatkan kepada PKK Kecamatan dan Kelurahan agar dapat membentuk dan melaksanakan kegiatan bank sampah di wilayah nya masing-masing, dengan dukungan camat dan lurah, serta bekerja sama dengan kelompok PKK lingkungan, dasa wisma, lansia, karang taruna, PIK R, kelompok pemuda dan lainnya.

“Kita sangat memperhatikan para pelaku UKM, keberadaan PKK di masyarakat sangat diperlukan untuk kesejahteraan keluarga,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu juga, sebanyak 7 Bank Sampah Baru juga resmi dikukuhkan oleh Ketua TP. PKK Kota Binjai Ny.Lisa Andriani M.Idaham sekaligus penyerahan bantuan beberapa perlengkapan Bank Sampah.

Sebelumnya Kepala UPTD Pengelolaan Sampah dan TPA DLH Kota Binjai  Halomoan P Simangunsong, ST membacakan laporan kegiatan Pelatihan Bank Sampah, disampaikan tujuan pelatihan bank sampah untuk mengedukasi masyarakat untuk peduli akan kelestarian lingkungan hidup. Meningkatkan pengetahuan kepada masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah.

Kemudian, meningkatkan kemampuan dan keterampilan manajemen bank sampah  serta operasional bank sampah. “Masyarakat akan terbekali pengetahuan dan memahami pentingnya pengelolaan sampah, memiliki kemampuan dan ketrampilan manajemen bank sampah”, kata Halomoan.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Binjai dr Tengku Amri Fadli, M.Kes, menambahkan bahwa keberadaan bank sampah bertujuan menjadi salah satu strategi membangun ekonomi masyarakat. Dimana manfaatnya langsung dirasa masyarakat, tidak hanya di bidang ekonomi, tetapi kenyamanan masyarakat, dan terciptanya lingkungan yang bersih dan sehat.

Hadir sebagai pembicara dan narasumber dalam pelatihan bank sampah tersebut, Wakil Sekretaris TP.PKK Kota Binjai Latifah Hanum, Ketua Asosiasi Bank Sampah Indonesia (ASOBSI) Kota Binjai Iskandarsyah, Satker Pengelolaan Sampah TPST Kementerian PU wilayah Sumatera Utara Stella, Bank Sampah Wijaya Kesuma Kota Binjai, dan Ketua Asosiasi Pengusaha Daur Ulang Plastik Indonesia (APDUPI) Kota Medan.

Beragam pertanyaan mencuat dalam sesi diskusi yang terjadi antara pembicara, anggota TP. PKK Kota Binjai, Direktur dan Pengurus Bank Sampah, serta masyarakat. Pertanyaan dan diskusi yang muncul membahas materi yang terkait mekanisme penerimaan nasabah dan pembukuan Bank Sampah, penetapan harga sampah dan pemanfaatan lanjutan dari sampah yang telah dikumpulkan disertai dengan contoh praktek kerja serta beberapa topik lainnya.