BINJAI,DLHBinjaiNews (22/02/2020) BAPPEDA Provinsi Sumatera Utara dan PT. Harlim Power Indonesia melaksanakan kegiatan Workshop Sampah Menjadi Energy.

Kegiatan dilakukan di Hotel JW Marriot Medan pada rabu, 19 Februari 2020.

Workshop diikuti BAPPEDA Provsu, PT. Harlim Power Indonesia, PT. Changjo Energy and Environment (CEE) Korea Selatan,  Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Binjai yang diwakili Kepala Bidang Pengelolaan Kualitas Lingkungan, Halomoan P Simangunsong, ST, Kepala UPT Pengelolaan Sampah dan TPA, Debby Lestari, SE, mewakili Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Medan.

Workshop secara resmi dbuka Kepala BAPPEDA Provsu, Dr. Ir Hasmirizal Lubis, M.Si, yang dalam sambutannya menyampaikan tujuan pelaksanaan workshop adalah dalam rangka mendengarkan pemaparan teknologi pengelolaan sampah menjadi energy oleh Perusahaan Korea PT. Changjo Energy and Environment sekaligus penandatanganan MoU.

Dalam kesempatan tersebut, PT Changjo Energy and Environment menawarkan teknologi pengelolaan sampah menjadi energy, dimana dalam teknologi ini sampah dibakar namun pembakarannya tidak menghasilkan gas Karbon Monoksida (CO), seperti diketahui umumnya pembakaran sampah dapat menghasilkan Gas berbahaya seperti CO yang mana menghirup CO terlalu sering bisa mengganggu fungsi hemoglobin di dalam darah yang seharusnya mengedarkan oksigen ke seluruh tubuh. Jika sudah parah, hal tersebut bisa berakibat fatal, bahkan hingga kematian.

Tidak saja teknologi pengelolaan sampah dengan sistem pembakaran itu tanpa menghasilkan CO namun panas yang digunakan tidak sampai 100 derajat celcius dan dari hasil pembakaran sampah tersebut dapat menghasilkan tenaga listrik serta bahan bakar minyak (BBM). Melalui penerapan teknologi ini tentunya TPA tidak akan dibutuhkan lagi karena semua sampah dapat diolah bahkan sampah yang tercampur sekalipun.

Workshop tersebut juga ditandai dengan penandatanganan A memorandum of understanding (MoU) antara pihak BAPPEDA Provsu dengan PT. CEE Korea Selatan yang mana saat ini Kota Medan sebagai kota pertama di sumatera utara untuk Pilot Project diterapkannya teknologi pengelolaan sampah dimaksud.