BINJAI,DLHBinjaiNews (24/4/2019) Bertempat di Aula Atsari Hotel, Parapat, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Sumatera Utara (sumut) menggelar rapat koordinasi pada hari senin hingga selasa (22 – 23 April 2019). Rapat Koordinasi menghadirkan narasumber antara lain Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati (KEHATI) Ditjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Dr. Moh. Haryono, Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sumut (BBKSDA) Dr. Ir. Hotmauli Sianturi, M.Sc.For, Direktur Bina Pengelolaan Ekosistem Esensial Ir. Wiratno, M.Sc, Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser, Fakultas Kehutanan USU Prof. Dr.Ing.Ternala A.Barus, M.Sc, dan Kepala DLH Provsu DR Ir Binsar Situmorang MSi MAP.

Peserta Rapat Koordinasi adalah perwakilan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) se Provinsi Sumatera Utara, Yayasan Gajah Sumatera, Fakultas Kehutanan USU, Taman Eden 100, Conservation International Indonesia, Yayasan Ekosistem Lestari, Bidang pengendalian Pencemaran dan Kerusakan LH DLH Provsu, Bidang Penataan dan Peningkatan Kapasitas LH, Bidang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya Beracun dan Persampahan,dan UPT Pengelolaan Kualitas Air Danau Toba, DLH SU.

Ir. Panusunan Harahap, M.Si Kasi Kajian Dampak Lingkungan DLH Provsu selaku Moderator menuturkan bahwa pelaksanaan Rapat Koordinasi Keanekaragaman Hayati ditujukan terkait kebijakan pengelolaan bentang alam disetiap Kabupaten/Kota yang berorientasi pada upaya mencegah atau mengurangi laju kemerosotan kelestarian keanekaragaman hayati hal itu sesuai dengan Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 29 Tahun 2009 tentang Pedoman Konservasi Keanekaragaman Hayati di daerah maka Identifikasi dan Penetapan Kawasan Bernilai Penting Bagi Keanekaragaman Hayati bertujuan untuk mengetahui keberadaan, kondisi, status dan kebijakan administratif Pemerintah Kabupaten/Kota.

Berbagai materi terkait keanekaragaman hayati disampaikan pada kegiatan ini nantinya diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih luas serta diharapkan Pemerintah Kabupaten/Kota dapat segera memasukkan/mengajukan anggaran kegiatan penyusunan profil keanekaraman hayati serta kebijakan Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Karst kedalam renja maupun renstra.

Adapun rakor DLH Provsu dihadiri Pejabat Kepala DLH Kota Binjai dr.Tengku Amri Fadli,M.Kes dan Kasubbag Umum dan Kepegawaian DLH Kota Binjai Raja Ahmad Muhajjier, S.Sos.

 

 

: