BINJAI,DLHBinjaiNews (12/9/2019) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Binjai dihadiri Kepala DLH Kota Binjai, dr.Tengku Amri Fadli, M.Kes didampingi Kepala UPT Pengolahan Sampah dan TPA Debby Lestari, SE mengikuti Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) tentang Pengelolaan Persampahan Tahun 2019 se – Sumatera Utara yang diselenggarakan DLH Provinsi Sumatera Utara (Provsu) pada Selasa, (10/9/2019) yang dilaksanakan di Gedung Binagraha-Bappeda Provinsi Sumatera Utara, Jl. Diponegoro.No. 21 A, Medan.

Kegiatan yang berlangsung setiap tahun ini diikuti Instansi lingkungan hidup dari 33 Kabupaten/Kota yang ada di Provinsi Sumatera Utara.

Hal ini merupakan upaya Dinas Lingkungan Hidup Provsu dalam mensinergikan rencana pengelolaan persampahan di Sumatera Utara terkait perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup serta memperkuat koordinasi antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dan Pemerintah Kabupaten/Kota dalam pengelolaan lingkungan hidup di Provinsi Sumatera Utara.

Kegiatan Rakorda tentang Pengelolaan Persampahan tersebut menghadirkan beberapa narasumber diantaranya Kepala Bappeda Provsu, Hasmirzal Lubis, KLHK, Astrid Nila Muti, Balai Prasarana Permukiman Wilayah, Rizal Fahlevi dan Penggiat Lingkungan sekaligus Praktisi Pendidikan, Rena Khalifah.

Kepala Bappeda Provsu, Hasmirzal Lubis mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi Sumatera Utara terus membuat program peningkatan pengolahan sampah di Sumatera Utara sesuai Visi Misi ke 5 Gubernur Sumatera Utara, “Mewujudkan Masyarakat Sumatera Utara Yang Bermartabat Dalam Lingkungan karena ekologinya yang terjaga, alamnya yang bersih dan indah, penduduknya yang ramah, berbudaya, berperikemanusiaan, dan beradab”, dengan prioritas pembangunan yang ditujukan pada Pembangunan infrastruktur yang baik dan berwawasan lingkungan. Pihaknya juga berniat akan melakukan program desa bebas sampah di setiap Kabupaten/Kota di Sumatera Utara.

Dalam kesempatan itu  Astrid Nila Muti dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menghimbau agar Pemerintah Provsu dan Pemenrintah Kabupaten/Kota untuk segera menyusun Jakstrada, membuat Bank Sampah dan TPA 3R sebagai wadah pengolahan sampah anorganik di masyarakat. Namun bukan berarti tanpa kendala, disampaikannya bahwa saat ini di daerah pantai timur masyarakat mengeluhkan harga sampah yang dihargai rendah dan biaya akomodasi yang tinggi sehingga menyebabkan pengolahan sampah di daerah pantai timur kurang berkembang.Tentunya dibutuhkan solusi untuk meningkatkan pengolahan sampah pada kawasan tersebut.

Sedangkan dari Balai Prasarana Permukiman Wilayah, Rizal Fahlevi menanggapi bahwa pihaknya siap membantu pelaksanaan pembangunan sarana dan prasarana pengolahan sampah seperti Gedung Bank Sampah Induk dan TPA 3R di wilayah Sumatera Utara dalam upaya meningkatkan pengolahan sampah dengan ketentuan bahwa wilayah Kabupaten/Kota tersebut menyediakan lahan dengan luas minimal 10x20 Meter.

Tujuan dari diselenggarakannya Rakorda Pengelolaan Persampahan ini ini adalah untuk mengevaluasi permasalahan dan penanganan tentang pengelolaan persampahan di daerah, merumuskan rekomendasi sebagai bahan masukan bagi Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota se-Sumut dalam upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, dan memantapkan program kegiatan Institusi lingkungan hidup.