BINJAI,DLHBinjaiNews (17/8/2018) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Binjai yang diwakili Kepala Seksi Limbah B3 Kin Edi Pinem menghadiri Sosialisasi Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.56/Menlhk.Setjen/2016 Tentang Tata Cara dan Persyaratan Teknis Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun dari Fasilitas Pelayanan Kesehatan yang diselenggarakan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Sumatera Utara (Provsu) pada hari Kamis, 16 Agustus 29018 bertempat di Aula Kantor DLH Provsu Jl. T.Daud No.5, Medan.

Sosialisasi ini dibuka oleh Kepala DLH ProvSU Binsar Situmorang yang diikuti oleh instansi Dinas Lingkungan Hidup Se-Provinsi Sumatera serta instansi/lembaga kesehatan yang bertujuan agar pelaksanaan pengelolaan limbah B3 Medis di Lapangan bagi rumah sakit dan pengelola kesehatan agar tetap berpedoman pada peraturan tersebut.

Disampaikan tahapan pengelolaan limbah medis, tahap pertama minimisasi dan segregasi, yaitu dengan menghindari penggunaan material yang mengandung bahan berbahaya dan beracun apabila terdapat pilihan yang lain; tahap kedua pengumpulan dan penyimpanan sementara dengan melakukan pemilahan yang dilakukan mulai dari penghasil limbah dengan di setiap sumber/ ruangan ditempatkan wadah yang sesuai dengan limbah yang dihasilkan; tahap ketiga pengangkutan yang dilakukan oleh transporter yang berijin; dan tahap terakhir melakukan pengelolaan baik dengan melakukan pengolahan, penguburan, maupun penimbunan.

Sesuai dengan amanat UU 32/2009 yang disebutkan dalam peraturan Menteri Lingkungan Hidup diatas dikatakan , “Setiap orang yang menghasilkan limbah B3 wajib melakukan pengelolaan limbah B3 yang dihasilkan. Dalam hal setiap orang tidak mampu melakukan sendiri pengelolaan limbah B3, pengelolaannya diserahkan kepada pihak lain dan Pengelolaan limbah B3 wajib mendapat izin dari Menteri, Gubernur, atau Bupati/Walikota sesuai dengan kewenangannya”. Pengelolaan Limbah B3 perlu dilakukan untuk mengurangi resiko limbah B3 terhadap kesehatan manusia dan lingkungan hidup serta mendukung tercapainya lingkungan hidup yang bersih dan sehat guna mewujudkan pembangunan berkelanjutan.