BINJAI,DLHBINJAINEWS (31/12/2021) Komunitas Mahasiswa Go Green Kaputama menggelar webinar secara virtual dengan tajuk “Menabung Sampah Menjadi Berkah, Milenial Sadar Sampah” , Kamis,(30/12/2021). Webinar ini menghadirkan dua orang narasumber. Narasumber pertama yaitu Kepala Seksi Pengaduan dan Penyelesaian Sengketa Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Binjai, Nila Kesuma Saragih, ST, M.AP dan narasumber Kedua, Sukiana selaku Direktur Bank sampah Satu Hati di Kota Binjai dan Moderator, Safna Safitri, dari Penggiat Go Green Kaputama. Kegiatan ini juga dihadiri lebih kurang 80 peserta dari berbagai kalangan khususnya mahasiswa.

Webinar dibuka oleh Ketua Go. Green Kaputama, Muhammad Iqbal Hakim mengatakan bahwa kegiatan ini dapat dijadikan sebagai pembelajaran mengubah pola pikir dan perilaku kita dalam melihat sampah bukan semata adalah sesuatu hal yang tidak berguna atau yang harus dibuang seketika sampah dihasilkan oleh aktivitas kita namun bagaimana menjadikan suatu sampah itu mempunyai banyak nilai manfaat, baik dari sisi lingkungan maupun dari sisi ekonomisnya.

Kegiatan Webinar berlangsung selama 2 jam dan diawali langsung dengan pemberian materi oleh Nila Kesuma Saragih, ST, M.AP dari DLH Kota Binjai, memaparkan fakta-fakta dan data-data menarik mengenai permasalahan sampah, bahwa setiap orang menghasilkan sampah sebesar 0,6 kilogram setiap harinya dikawasan Kota Binjai yang memiliki jumlah penduduk sebanyak 276.597  berdasarkan data Badan Pusat Statistik Kota Binjai Tahun 2019 , hal ini menjadikan kita semua sebagai produsen sampah. Tanpa adanya pengelolaan yang baik akan timbul banyak dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan. Semua ini berawal dari habit atau kebiasaan masyarakat yang kurang baik sejak awal. Karena itu sebagai langkah awal, perlu dilakukan perubahan gaya hidup pada masyarakat dalam masalah pengelolaan sampah dengan cara memulai memilah sampah.

Pemilahan sampah dapat dilakukan dengan membagi sampah ke dalam dua jenis yaitu sampah organik dan sampah anorganik. Sampah organik adalah sampah yang bisa terurai, biasanya berasal dari limbah sisa makhluk hidup yang terdapat di alam seperti sampah dedaunan, potongan sayur dan buah dan lain-lain, sampah jenis ini dapat diolah menjadi kompos. Sedangkan sampah jenis kedua ialah sampah anorganik, yaitu sampah yang tidak bisa terurai secara alami seperti plastik, botol kaca, kertas.

Untuk menjadikan sampah bernilai ekonomi terdapat Bank Sampah sebagai sarananya. Nila Kesuma menjelaskan bahwa bank sampah merupakan konsep pengumpulan sampah kering yang berasal dari rumah tangga untuk memaksimalkan partisipasi warga dan menambah nilai ekonomi dari sampah. Beliau juga menambahkan, bahwa tujuan dari bank sampah sebagai solusi reduksi sampah di tingkat masyarakat karena kemampuannya yang menjadi bagian dari sistem rantai pengumpulan sampah yang terintegrasi. Dengan adanya program bank sampah akan membawa banyak dampak positif diantaranya meningkatkan kesadaran masyarakat akan manfaat sampah kering, membantu masyarakat dalam hal perekonomian karena sampah yang telah dipilah memiliki nilai ekonomi, sekaligus meningkatkan interaksi antar warga. Tidak hanya berdampak pada kehidupan sosial serta perekonomian masyarakat, dengan kehadiran bank sampah juga membuat lingkungan menjadi bersih, sehat dan nyaman.

Sementara itu Narasumber Kedua, Sukiana, Direktur Bank Sampah Satu Hati lebih banyak membagi pengalaman ketika mulai membentuk dan mengelola bank sampah di tempat tinggalnya. Lebih lanjut Ia juga membagi pengetahuan-pengetahuan yang didapatkan saat mengikuti pelatihan, Ia tidak pernah berhenti untuk terus belajar bagaimana mengelola sampah untuk menjadi sesuatu bermanfaat dan juga bernilai seni.

“Pada dasarnya Bank Sampah hadir untuk membentuk kebiasaan masyarakat dalam mengelola dan memilah sampah sejak dari tingkatan rumah tangga. Semua sampah rumah tangga seperti gelas-gelas plastik, kertas bekas, kardus, kaleng bekas kemasan makanan/minuman, rongsokan, dan sampah dapur dipilah dan ditempatkan di tempat berbeda. Ketika tanggal penimbangan di Bank Sampah tiba, setiap orang membawa sampah rumah tangganya yang telah dipilah sesuai jenisnya masing-masing”, Jelas Sukiana.