BINJAI,DLHBinjaiNews (22/10/2020) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Binjai melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pabrik Plastik PT. Primadaya Plastisindo di Jl. Soekarno Hatta Km.18, Kota Binjai pada kamis (22/10) siang. Kepala DLH Kota Binjai, dr. Tengku Amri Fadli, M.Kes didampingi Kepala UPTD Laboratorium, Asminawati S.Sos dan kasubbag Umum dan Kepegawaian Raja Ahmad Muhajjier S.Sos turun untuk melakukan pengecekan kondisi pabrik serta berkomunikasi langsung dengan pihak perusahaan. Hal ini menindaklanjuti audiensi warga Lk.III Jl. Madura Kelurahan Kebun Lada Kecamatan Binjai Utara dengan DLH Kota Binjai pada selasa lalu tanggal 22 Oktober 2020 terkait penolakan warga atas rencana pembangunan Pabrik yang dilakukan PT. Primadaya Plastisindo yang akan memindahkan pabriknya di di atas lahan sekitar 2 hektar di Jalan Perintis Kemerdekaan, Lingkungan I, Kebun Lada, Binjai Utara. Dimana daerah tersebut merupakan kawasan pemukiman dan  lokasi akan dibangunnya pabrik dekat dengan pembibitan. Warga khawatir, keberadaan pabrik plastik ini akan mencemari lingkungan mereka dimana pembibitan ini merupakan mata pencarian sebahagian besar warga sekitar.

Kedatangan sidak DLH Kota Binjai diterima oleh perwakilan manajemen Human Resources Development (HRD) PT. Primadaya Plastisindo, Firman.

Sementara itu dr. T. Amri Fadli, M.Kes, Kepala DLH Kota Binjai menjelaskan latar belakang dari kunjungan sidak tersebut. Sekaligus menggali informasi lebih dalam tentang pelaksanaan sistem operasional industri yang dijalankan Perusahaan. Ia juga menyampaikan Pemerintah daerah mempunyai kewajiban untuk melakukan pengawasan terhadap ketaatan penanggung jawab usaha dan/atau kegiatan atas ketentuan yang ditetapkan dalam perizinan lingkungan dan peraturan perundang-undangan di bidang lingkungan hidup. Pengawasan lingkungan dapat dilaksanakan secara rutin maupun inspeksi mendadak (Sidak).

“Kunjungan ini dimaksudkan untuk menggali informasi terkait rencana pembangunan pabrik yang akan dilaksanakan PT. Primadaya Plastisindo di wilayah kelurahan kebun lada yang mendapatkan penolakan oleh warga setempat. Jadi kedatangan kami kemari menindaklanjuti dari pertemuan audiensi warga Lk. III jl. Madura Kelurahan Kebun Lada ke DLH Kota Binjai. dan untuk mengecek kondisi pabrik serta pengelolaan limbah dari proses pembuatan plastik yang diterapkan perusahaan ini,

Dalam pertemuan, Amri meminta pihak perusahaan untuk menunjukkan dokumen-dokumen resmi terkait perusahaan, seperti izin usaha, Laporan  Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan dan laporan Semester Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan Hidup. Berdasarkan pemeriksaan dokumen, secara administrasi laporan perusahaan sudah sesuai aturan dan update. Selanjutnya, Amri melanjutkan dengan melakukan pemeriksaan fisik ke seluruh bagian pabrik.

Hal pertama difokuskan kepada instalasi pengolahan air limbah pabrik, dilanjutkan dengan proses pembuatan produk seperti galon air mineral dan sedotan serta pengecekan bahan yang digunakan, selanjutnya melihat kualitas udara dari pabrik. Dari hasil pantauan, tidak terlihat kepulan asap hitam ataupun asap putih dari pabrik.

Sembari mengelilingi keadaan pabrik, Firman menjelaskan PT Primadaya Plastisindo tergolong Perusahaan PMA (Penanaman Modal Asing) yang terdiri dari negara Taiwan, Malaysia dan Indonesia.

“PT Primadaya Plastisindo sudah menggunakan teknologi terbaru dalam hal pengurangan resiko Polusi Udara maupun limbah yang ditimbulkan” beber Firman.

Usai mengelilingi dan memeriksa pabrik, Kepala DLH Kota Binjai, dr. T. Amri Fadli, M.Kes selanjutnya akan menyampaikan hasil pemeriksaan kepada warga secara transparan sesuai kondisi dilapangan. Nantinya juga DLH Kota Binjai akan melaksanakan pertemuan kembali dengan menghadirkan pihak Warga Lk.III Kebun Lada dan Pihak Pengusaha  dalam upaya penyelesaian masalah yang timbul saat ini dan tentunya memberikan solusi terbaik bagi kedua pihak.

“Setelah data-data dan informasi yang dibutuhkan telah didapatkan, kita akan melaksanakan pertemuan antara kedua belah pihak yaitu warga Lk.III Kebun Lada dengan PT. Primadaya Plastisindo, namun saya menunggu referensi hasil pemeriksaan kualitas air limbah pabrik dahulu melalui petugas lab UPTD Laboratorium yang rencananya besok akan diambil sampel air limbahnya” ujar Amri.