BINJAI,DLHBInjaiNews (27/08/2020) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Binjai menerima bantuan 4000 bibit pohon buah dari Balai Pengelolaan  Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) Sei Ular Sumatera Utara(Sumut) KLHK bertempat di halaman Kantor DLH Kota Binjai, Rabu (26/8).

Kabid Pengelolaan Kualitas Lingkungan, Halomoan P Simangunsong, ST mewakili DLH Kota Binjai mengatakan sebanyak 4000 bibit buah yang diterima terdiri dari jenis bibit buah, yaitu Lengkeng, duku, durian, rambutan, kuini, alpokat, mangga, jambu air dan manggis.

“4000 bibit buah ini diantar langsung oleh Petugas Distribusi Bibit dari Persemaian  BPDASHL Sei Ular Sumut-KLHK ke DLH Kota Binjai dengan menggunakan 1 Unit Truk” kata Halomoan.

Melalui pendistribusian bibit seperti ini, Halomoan berharap semoga ke depan senantiasa dapat terjalin kerjasama yang baik antara BPDASHL Sei Ular Sumut dengan DLH Kota Binjai. Dalam hal ini DLH dapat terus mendukung menyalurkan bibit-bibit bantuan tersebut untuk diberikan kepada instansi ataupun kelompok masyarakat yang layak menerima di wilayah Kota Binjai.

“jadi bagi warga yang membutuhkan bibit bambu silahkan datang ke kantor Dinas Lingkungan Hidup untuk memperoleh informasi tentang pengajuan permohonan bantuan bibit dimaksud sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan selama persediaan bibit masih ada,” ungkap Halomoan, Selasa (4/2/2020).

“Adapun prosedur pengajuan permohonan bantuan bibit adalah dengan terlebih dahulu mengajukan surat permohonan bantuan bibit untuk penanaman/ pembagian bibit sesuai dengan bentuk form dari BPDASHL yang ditujukan kepada Dinas Lingkungan Hidup Kota Binjai yang mencantumkan: tujuan penanaman/ pembagian, lokasi penanaman, , jenis dan jumlah bibit., luas lahan, dan titik koordinatnya juga dicantumkan. Jumlah bibit yang diberikan tergantung luas dan kondisi lahan” jelasnya.

nantinya kata dia, setiap penerima bibit supaya mendokumentasikan saat penanaman serta memberitahukan di mana titik kordinatnya.

BPADSHL Wampu Sei Ular Sumut-KLHK nantinya akan rutin mengadakan monitoring dan evaluasi (monev). Hal tersebut sebagai bagian dari upaya mencegah adanya penyalahgunaan bantuan bibit.

“Tetap ada pemantauan. Sebagai contoh, apabila tahun ini mendapatkan bantuan bibit maka tahun depan ada monev. Bibit yang tersalurkan keadaannya seperti apa, mati atau hidup, atau pertumbuhannya bagaimana” tandasnya.