BINJAI,DLHBinjaiNews (15/12/2018) Kota Binjai terpilih menjadi salah satu dari 50 kabupaten/kota se-Indonesia  yang mendapatkan Penghargaan Gerakan Menuju 100 Smart City 2018 dari pemerintah Indonesia. Penghargaan yang diberikan Menteri Kominfo Rudiantara diwakili Dirjen Aptika Semuel Abrijani P diterima Kadis Kominfo Kota Binjai Ahmad Ilham mewakili Walikota Binjai H.M Idaham, SH, M.Si pada acara Closing Ceremony Gerakan Menuju Smart City 2018 di Nusantara Hall Indonesia Convention Exebition (ICE) BSD, Tangerang Selatan, Jumat (14/12).

Penghargaan ini diberikan setelah Pemko Binjai berhasil menyelesaikan penyusunan masterplan pengembangan smart city yang berisikan berbagai program pelayanan publik yang dilakukan Pemko Binjai dengan mengoptimalkan pemanfaatan teknologi.

Sebelum menerima penghargaan tersebut, bersama 49 kepala daerah kabupaten/kota se-Indonesia, Pemko Binjai diwakili Sekda Kota Binjai M.Mahfullah P.Daulay telah mempresentasikan buku 1,2 dan 3 masterplan hasil bimbingan yang telah dilakukan selama ini dan quick win  Smart City masing-masing di hadapan tim penguji selama dua hari, Rabu (12/12) dan Kamis (13/12). Adapun Quick Win yang diunggulkan Pemko Binjai pada kegiatan tersebut adalah aplikasi e-Saberling (Sapu Bersih Lingkungan) yaitu sebuah aplikasi android yang berfungsi sebagai sarana pelaporan bagi masyarakat kota binjai terkait masalah kebersihan dan penataan lingkungan.

Program Gerakan Menuju 100 Smart City 2018 digelar Kementerian Kominfo merupakan gerakan besar dalam rangka meningkatkan taraf hidup masyarakat, Karenanya Kabupaten dan Kota harus meningkatkan pelayanan dan meningkatkan potensi di wilayah masing-masing dengan gerakan bersama dengan melibatkan beberapa pihak yakni pemerintah, penyedia solusi dan media.

Dalam sambutannya, Menteri Kominfo, Rudiantara menyampaikan bahwa ketika bicara tentang Smart City bukan hanya membeli teknologi maupun membeli komputer melainkan bagaimana upaya melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya.
“Kemenkominfo harus mendistrupsi (perubahan) diri, kalau tidak maka kita akan didistrupsi,” kata Rudiantara.
Dikatakan Rudiantara, kominfo yang awalnya sebagai regulator sekarang digeser menjadi fasilitator dengan  membatasi apa yang dibutuhkan oleh masyarakat. Selanjutnya tambah Rudiantara, Kominfo juga harus menjadi akselerator.
“Kita harus menjadi affirmatif policy dengan melakukan kebijakan yang sama untuk seluruh warga negara,” ungkapnya.

Tim Dewan Binjai Smart City berfoto bersama Tim Penguji usai pemaparan Masterplan dan Quick win Pemerintah Kota Binjai

Sementara itu, Sekdako Binjai M.Mahfullah P. Daulay, S.STP, MAP didampingi Kadis Kominfo Kota Binjai Ahmad Ilham, Kepala Bappeda Kota Binjai Agustawan Karnajaya, Kabid Perekonomian, Sosial, dan Budaya Bappeda Kota Binjai Amransyah, Kabag Umum Sekdakot Binjai Yusrizal, Kabag Hukum Salmadeni, Plt Kasi Sarana dan prasarana Kominfo Kota Binjai Danu Hendrawan, Kasubbag Umum dan Kepegawaian Dinas Lingkungan Hidup Kota Binjai Raja Ahmad Muhajjier, Kasubbid Ekonomi Bappeda Kota Binjai Saifan, Kasubbag Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum Sekdakot Binjai Emma mewakili Pemko Binjai mengaku berterimakasih kepada seluruh pihak diantaranya Tim Dewan Smart City Kota Binjai, para pembimbing khususnya masyarakat Kota Binjai sehingga penyusunan masterplan gerakan 100 smart city ini dapat berjalan lancar dan sesuai dengan harapan kita bersama serta mampu mencapai hasil yang maksimal.
lanjutnya lagi” tentunya dengan penghargaan Gerakan Menuju 100 Smart City yang kita terima ini semakin memotivasi kami selaku pemerintah kota binjai untuk terus berinovasi dan membangun kota binjai semakin maju serta memberikan pelayanan publik terbaik kepada masyarakat kota binjai” ujar Mahfullah.