Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Binjai, dr. Tengku Amri Fadli, M.Kes  mengungkapkan bahwa masih banyak warga yang menilai keberadaan pohon di tepi jalan cukup membahayakan.

Bahkan, pihak DLH kerap mendapatkan laporan atau permintaan dari masyarakat untuk segera melakukan penebangan atau pemangkasan sejumlah pohon yang terdapat di ruas jalan di Binjai baik dikarenakan alasan keselamatan maupun kepentingan pribadi.

“Meskipun dianggap membahayakan, kita (DLH) tidak boleh serta merta melakukan penebangan. Tentu kita harus melihat usia dan tingkat ketahanannya,” kata Amri, Senin (6/10/2019).

Amri mengakui, selama musim penghujan yang disertai angin kencang. Sejumlah pohon di ruas jalan banyak yang tumbang, bahkan menimbulkan korban. Namun hal itu tidak dapat dijadikan sebagai alasan untuk menebang pohon.

“Kita tidak bisa sembarangan menebang pohon, karena semua ada aturan dan undang-undangnya. Kalau melanggar, tentu kita dapat dijerat dengan UU Lingkungan Hidup,” ujarnya.

Menurutnya, untuk melakukan penebangan pohon yang dianggap membahayakan harus dilakukan sesuai dengan prosedur yang ada, yakni masyarakat harus menyerahkan laporan yang dapat dijadikan dasar oleh DLH.

“Selama ini  ada juga diantara permintaan masyarakat untuk kami melakukan penebangan tidak hanya karena dianggap keberadaan pohon membahayakan namun alasan lainnya dikarenakan kepentingan pribadi seperti contoh dikarenakan menghalangi keindahan rumah atau bangunan, menghalangi jalan masuk rumah atau gang dan alasan pribadi lainnya” jelas amri.

Berdasarkan laporan itu, pihak DLH akan melakukan peninjauan untuk memastikan apakah pohon tersebut membahayakan atau tidak,apakah memang penebangan itu diperlukan atau tidak.

“Jika benar membahayakan atau kondisi pohon sudah dalam keadaan tidak layak (mati) segera akan dilakukan tindakan penebangan,” tutupnya.