BINJAI,DLHBinjaiNews (16/3/2019) Dalam upaya konservasi air tanah dan pengolahan sampah berbasis rumah tangga, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Binjai melaksanakan pembuatan lubang resapan biopori (LSR) di 3 rumah warga dan Bank Sampah PIK-R Kelurahan Limau Mungkur Kecamatan Binjai Barat. Hal ini dilakukan sebagai lokasi percontohan pembuatan lubang biopori bagi warga sekitar.

Pembuatan lubang resapan biopori ini dilaksanakan pada kegiatan gotong royong jumat bersih bersama Camat Binjai Barat, Samuel Lumban Toruan beserta jajaran, ASN Kelurahan Limau Mungkur, Bank Sampah Remaja PIK-R Limau Mungkur, dan warga.

Sebanyak 4 orang petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Binjai dari UPTD. Pengelolaan Sampah dan TPA tampak sibuk membuat lubang-lubang berdiameter 10-15 sentimeter .

Lubang resapan biopori (LRB) adalah lubang silindris yang dibuat secara vertikal ke dalam tanah sebagai metode resapan air. Pembuatan lubang tersebut ditujukan untuk mengatasi genangan air, dengan cara meningkatkan daya resap air pada tanah. Terutama ketika curah hujan tinggi sehingga secara tidak langsung dapat meminimalisir terjadinya banjir.

Menurut Fasilitator Uptd TPS dan TPA, Satria adanya LRB dapat bermanfaat juga untuk menyuburkan tanah  dan mengelola sampah organik menjadi kompos. Selain mudah dibuat, LRB merupakan teknologi tepat guna yang ongkos pembuatannya murah.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Binjai, dr.Tengku Amri Fadli, M.Kes juga berharap agar masyarakat dapat berperan aktif dan mau berpartisipasi guna menjaga kelestaian lingkungan,”

“semoga dengan adanya lubang serapan ini dapat mengurangi titik genangan dirumah saya kala hujan besar datang, ” kata  salah satu warga.

Dalam kesempatan itu juga, DLH Kota Binjai menyerahkan bantuan peralatan bank sampah kepada Bank Sampah yang belum lama ini terbentuk yaitu bank sampah Mancang Madu Kelurahan Limau Mungkur.

Samuel menyampaikan Hadirnya Bank Sampah baru khususnya di wilayah kecamatan binjai barat tentu diharapkan memberikan pemahaman yang baru kepada masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangganya sendiri dan menjadi solusi dalam menekan jumlah sampah yang beredar.