BINJAI,DLHBinjaiNews (05/06/2020) Memperingati Hari Lingkungan Hidup Se-dunia yang jatuh pada tanggal 5 Juni 2020, Ketua TP. PKK Kota Binjai Hj Lisa Andriani M Idaham dan Wakil Ketua II TP.PKK kota Binjai Erny Mahfullah Daulay bersama Dinas lingkungan Hidup (DLH) Kota Binjai, Kadin SU, PGRI Kota Binjai, SMP Negeri 5 Binjai, Dinas Pendidikan Kota Binjai, dan Camat Binjai Barat melaksanakan Gerakan Mencuci Sungai dan Parbus dengan Eco Enzym, Jum’at (05/06/2020).

Gerakan Mencuci Sungai dan Parit dengan Eco Enzym ini dilakukan di Sungai Bingai Titi Besi Kelurahan Limau Sundai, Sungai Bingai Titi Besi Kelurahan Limau Mungkur, Parbus di Kelurahan Bandar Senembah, Parbus di Kelurahan Sukamaju, Drainase di Kelurahan Sukaramai.

” Kami berharap bukan saat ini saja kita memperhatikan sungai tapi saya mengajak masyarakat untuk bersama merawat sungai, menjaga kebersihan sungai dan menghidupkan kembali ekosistem pada sungai. Buanglah sampah pada tempatnya, jangan di sungai dan kita harus lanjutkan kegiatan seperti ini untuk menjaga melestarikan sungai-sungai yang ada di kota binjai Insya Allah kegiatan ini akan berlanjut.

Ketua PGRI Kota Binjai sekaligus Kepala Sekolah SMP Negeri 5, Abdul Haris, S.Pd juga menjelaskan Eco Enzyme yang dituangkan merupakan hasil fermentasi selama 100 hari limbah organik misalnya limbah sayuran dan buah-buahan. Eco Enzyme ini mengandung berbagai bakteri baik yang membantu manusia dan lingkungan hidup.

“Ini merupakan suatu cairan yang bermanfaat bagi lingkungan hidup karena memiliki O3 yang pada saat disiram ke sungai akan menguap dan kembali untuk menutupi kebocoran pada lapisan ozon.

Dalam kesempatan itu juga, Kepala DLH Kota Binjai dr. Tengku Amri Fadli, M.Kes menambahkan bah­wa air adalah suatu unsur yang sa­ngat penting bagi keber­lang­sungan kehidupan manusia. Dengan air, kita mampu mel­akukan kegiatan sehari-hari dan mengkonsumsinya agar tetap bertahan hidup. Bahkan bukan hanya manusia saja yang membutuhkan, semua makhluk hidup sangat mem­butuhkan air. Bisa dilihat bahwa sebagian besar kawa­san bumi tertutupi oleh air, sehingga dapat dikatakan bah­wa air merupakan denyut nadi untuk kelangsungan ke­hidupan dan peradaban ma­nu­sia.

“Harapannya ini bisa menjadi gebrakan baru di mana kita mencoba melestarikan sungai dan Kota kita ini juga mengingatkan kita semua akan pentingnya kesadaran terhadap lingkungan hidup.” pungkasnya.

Turut serta dalam kegiatan pencucian sungai diantaranya, Ketua serta jajaran pengurus TP. PKK Kecamatan Binjai Barat, Komunitas WCD Kota Binjai 2019, Unsur Pelajar, Karang Taruna Kel. Limau Sundai, Forkopincam Binjai Barat.