BINJAI,DLHBinjaiNews (09/2/2019) Persoalan sampah sudah menjadi permasalahan umum di lingkungan kita, tak terkecuali di lingkungan sekolah. Apalagi sekolah sebagai tempat berkumpulnya banyak orang dapat menjadi penghasil sampah terbesar selain pasar, rumah tangga, restoran, perkantoran maupun tempat-tempat umum lainnya.

Banyaknya sampah yang menumpuk tanpa ada pengelolaan yang baik akan menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan sekolah seperti sumber penyakit serta merusak keindahan. Meski hasil penelitian dan penemuan tentang manfaat sampah telah banyak diungkapkan, namun dalam kenyataan sehari-hari, masih banyak sampah yang terabaikan dan dilihat sebagai satu materi yang sudah tidak memiliki kegunaan.

Oleh karena itu, Sekolah Islam Terpadu (SIT) Al Fityah Binjai meluncurkan program bank sampah untuk mengaplikasikan pendidikan lingkungan kepada para siswa. sekaligus mengatasi permasalahan sampah di sekolah. Bank Sampah Sekolah yang didirikan diberi nama Bank Sampah Al-Fityah. Terbentuk atas inisiasi Yayasan Al-Fityah Binjai bersama Komite Sekolah. Diharapkan dengan adanya Bank Sampah Al-Fityah ini sampah-sampah yang awalnya dianggap tidak berguna justru dapat membawa berkah bagi semua warga sekolah.

Bank Sampah Sekolah Al-Fityah Binjai

Terbentuknya Bank Sampah Sekolah Al-Fityah tidak terjadi dengan begitu saja, sosialisasi demi sosialisasi dilakukan secara bertahap dan terus menerus, bekerjasama dengan Bank Sampah Subur Maju, Binjai Utara salah satu Bank Sampah Binaan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Binjai, Direktur Bank Subur Maju Ardianto Adi bersama Komite Sekolah terus melakukan pendampingan dan memberikan materi bagaimana dibentuknya Bank Sampah serta pengelolaan sampah baik sampah organik dan non organik kepada para pengurus Bank Sampah Sekolah dan warga sekolah, pembangunan sarana Bank Sampah juga dilakukan oleh Pihak Yayasan dan Komite Sekolah untuk mewujudkan komitmen kepedulian lingkungan tersebut. Alhasil dihari pertama beroperasinya Bank Sampah Al-Fityah pada Jum’at 8 Pebruari 2019, warga sekolah mulai dari guru, pegawai hingga siswa mendaftar menjadi nasabah Bank Sampah Al-Fityah.

Ardianto mengatakan Pendirian Bank Sampah di sekolah sangat penting guna mendidik semua warga sekolah, terutama para siswa. Hal ini dikarenakan sebagai lembaga pendidikan formal, sekolah harus dapat membentuk insan-insan yang bersikap dan berperilaku peduli terhadap kondisi lingkungan sekitar. Bank Sampah ini juga merupakan perwujudan kampanye 3R di sekolah yaitu ReduceReuse dan Recycle. Dengan adanya Bank Sampah, banyak manfaat akan dirasakan.