BINJAI,DLHBinjaiNews (28/7/2022) Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Provinsi Sumatera Utara menggelar Rapat Sosialisasi Petunjuk Teknis dan Tata Cara Pendaftaran Lomba Inovasi Daerah Provinisi Sumatera Utara Tahun 2022 di aula Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Binjai, Jl. Gatot Subroto yang melibatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kota Binjai, Kamis (27/7).

Hadir Kabid Inovasi dan Teknologi Balitbang Provsu, Martina Silaban,SH, MM sebagai penyaji materi sosialisasi Sosialisasi Petunjuk Teknis dan Tata Cara Pendaftaran Lomba Inovasi Daerah, Kepala Bappeda Kota Binjai, Majid Ginting, S.Sos, M.Si, jajaran Pejabat Eselon Bappeda Kota Binjai dan perwakilan dari seluruh OPD, dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Binjai dihadiri langsung oleh Kepala DLH Kota Binjai, Amas Mansyur Siregar, ST, Sekretaris, Lailan Syafina, SE, M.AP, Plt. kasubbag Program dan Keuangan, Syahdan Matondang, SE dan Kasubbag Umum dan Kepegawaian, Raja Ahmad Muhajjier S.Sos.

Sosialisasi dibuka dengan mendengarkan Sambutan sekaligus arahan Kepala Bappeda Kota Binjai selaku tuan rumah, serta dilanjutkan dengan Paparan dari Narasumber Balitbang Provsu berkaitan dengan jadwal pelaksanaan lomba, teknis pendaftaran, teknis penilaian dan perjurian hingga penjelasan berkaitan dengan panduan teknis lomba. Dalam arahannya, Martina Silaban menjelaskan Indeks inovasi daerah menjadi salah satu instrumen yang dapat digunakan untuk mengukur sejauh mana capaian perbaikan dan peningkatan tata kelola pemerintahan, birokrasi, dan pelayanan publik melalui pengembangan inovasi-inovasi di tingkat daerah.

Untuk itu,  semua pihak terkait harus mampu memetakan kebutuhan layanan masyarakat, menyediakan akses bagi layanan tersebut, hingga memangkas birokrasi yang dapat memperlambat proses pelayanan.  Martina menambahkan, pihaknya bersedia memberikan pendampingan kepada  pemerintah daerah dengan jajarannya, dalam melakukan inovasi. Apalagi saat ini, inovasi yang dilaporkan oleh pemerintah kabupaten kota, masih terdapat kekurangan berupa dokumen atau bukti-bukti inovasi bahkan masih ada banyak pemerintah kabupaten/kota yang sudah banyak melakukan inovasi namun tidak dilaporkan sehingga akhirnya inovasi yan sudah dilakukan tidak dapat dinilai.

Kegiatan diakhiri dengan paparan produk inovasi dari beberapa dinas yang akan mengikuti lomba inovasi daerah serta diakhiri dengan sesi tanya jawab.