BINJAI,DLHBinjaiNews (19/10/2020) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Binjai menanggapi surat keberatan dan penolakan Kelompok Tani dan Warga Lk. III Kelurahan Kebun Lada Kecamatan Binjai Utara terkait rencana pembangunan pabrik plastik PT. Primadaya Plastisindo di wilayah mereka dengan turun langsung ke lingkungan III kebun lada untuk beraudiensi dengan perwakilan beberapa warga serta akademisi lingkungan bertempat di lokasi penangkaran bibit Pohon milik Petani Arifin Nasution Jl. Madura, Senin (19/10).

Dalam audiensi tersebut. Kepala DLH Kota Binjai, dr. T. Amri Fadli, didampingi Plt Sekretaris, Asminawati, S.Sos, Kabid Pengelolaan Kualitas Lingkungan, Halomoan P Simangunsong, ST, Kabid Pengendalian Dampak Lingkungan, Ir. Junaidi Tarihoran, Kasi Analisa Dampak Lingkungan, Jani Marudut Sianturi, SE mendengarkan penjelasan beberapa warga diantaranya Bpk. Arifin Nasution yang menyampaikan bahwa warga Lk.III ini sudah sejak lama lebih kurang  43 tahun sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai Petani Penangkaran Bibit Pohon di wilayah ini dan warga ingin agar lingkungan ini tetap pada kondisi hijaunya yang menjadikannya sebagai kampung penangkar bibit di kota binjai.

Sementara itu, warga lainnya Kajiman Sihotang Kajiman Sihotang menjelaskan, Kepala Lingkungan 3, MN, mendatanginya dan mengungkapkan rencana adanya pembangunan pabrik yang akan dilakukan oleh pihak swasta. Kepada pensiunan polisi ini, MN menjelaskan, akan mendirikan gudang, bukan pabrik pengolahan.

“Surat-surat yang ditunjukan kepada saya itu, untuk membangun gudang. Karena bangun gudang, saya tidak keberatan dan saya tandatangani,” ungkap Kajiman,

Namun belakangan, MN diketahui membohonginya. Kajiman menyatakan demikian, karena mendapat informasi dari warga lain, tanah kosong tersebut bukan didirikan gudang.

“Warga lain yang bilang kepada saya, mau bangun pabrik di situ. Itu diketahui karena ada 2 orang pria keturunan, dilihat oleh warga yang melaporkan kepada saya, sedang melakukan pengukuran,” bebernya.

Warga menolak pembangunan pabrik tersebut atas berbagai macam alasan, semisal wilayah Jalan Perintis Kemerdekaan  sekitarnya merupakan daerah permukiman bukan wilayah industrial.

perwakilan kelompok tani dan warga Lk.III Kebun lada tengah beraudiensi dengan DLH Kota Binjai

Selain itu, warga mengkhawatirkan dampak yang ditimbulkan dari pembangunan pabrik plastik tersebut akan berimbas ke lingkungan mengingat wilayah warga Lk.III merupakan kawasan hijau para petani penangkar bibit. Semisal limbah pabrik mengganggu kualitas air tanah, pencemaran udara dari asap pabrik serta dampak ekologis lainnya yang besar dibanding manfaat yang akan diperoleh masyarakat setempat karena risiko/dampak akibat rencana kegiatan tersebut.

Menindak lanjuti hal tersebut, Kepala DLH Kota Binjai, dr. T. Amri Fadli, M.Kes mengatakan akan menampung segala aspirasi yang disampaikan oleh para warga yang selanjutnya akan melakukan kajian dan komunikasi dengan pihak perusahaan dimaksud. Hal itu dilakukan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan antara masyarakat, pihak perusahaan maupun Pemerintah Kota Binjai, serta agar semua pihak tetap menjaga agar kota binjai senantiasa dalam keadaan kondusif. Apalagi ditengah situasi yang melanda negara saat ini mulai krisis kesehatan dan krisis ekonomi atas terpaan gelombang pandemi belum usai, kini muncul ancaman krisis kepercayaan publik akibat gelombang Omnibus Law, tentunya ini juga menjadi alasan baik langsung atau tidak langsung terhadap persoalan seperti ini.

” Perlu kami kaji dan akan dikomunikasikan dengan pihak terkait. Secepatnya kami dari DLH Kota Binjai akan mengundang dan memanggil pihak perusahaan untuk mendapatkan informasi yang terang benderang dan mencari solusi terhadap keluhan warga sehingga nantinya diperoleh informasi yang mencerdaskan dan bukan informasi yang berindikasi memprovokasi warga ataupun pihak lainnya. Kita akan berupaya mencari solusi yang terbaik bagi semua pihak, win win solution   ,” ujar Amri.