BINJAI,DLHBinjaiNews (04/09/2020) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Binjai melalui UPTD Laboratorium Lingkungan melaksanakan pemeriksaan kualitas air daerah aliran sungai (DAS) Mencirim, Bangkatan, Bingei. Pemeriksaan tersebut untuk mengantisipasi munculnya pencemaran akibat kandungan bakteri di air sungai yang ada di Kota Binjai. Terlebih hingga saat ini Sungai masih dijadikan sebagian warga yang berdomisili di bantaran sungai untuk keperluan mandi, cuci dan kakus (MCK) setiap harinya.

Pengambilan sampel air sungai diambil dari 14 titik sampling yaitu Sungai Bangkatan (hulu,tengah,hilir), Sungai Bingei(hulu,tengah,hilir), Sungai Mencirim (hulu,tengah,hilir). Pertemuan dua sungai (sungai mencirim dengan sungai bangkatan) dan Pertemuan Tiga Sungai (Sungai bingei, bangkatan dan mencirim) dan 1 titik sampling yaitu Sumur Pantauan TPA Mencirim.

Kepala UPTD Laboratorium Lingkungan DLH Kota Binjai, Asminawati bersama tim analisis laboratorium DLH Kota Binjai yang turun kelapangan mengatakan Pemantauan kualitas air sungai merupakan bagian dari upaya pengelolaan kualitas air yang bertujuan untuk mengetahui kondisi kualitas air sungai. Pemantauan kualitas air sungai meliputi kegiatan pengambilan sampel, pengukuran debit, dan pengamatan kondisi sekitar sungai. Sampel selanjutnya akan diuji di laboratorium untuk mengetahui nilai per parameternya. Untuk parameter pemeriksaan diantaranya, warna, kekeruhan, temperatur, PH, oksigen terlarut dalam air dan total padatan terlarut.

“Sebagaimana tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air,  baku mutu air adalah ukuran batas atau kadar makhluk hidup, zat, energi, atau komponen yang ada atau harus ada dan atau unsur pencemar yang ditenggang keberadaannya di dalam air” jelas Asminawati.

Asminawati juga menghimbau kepada masyarakat serta pelaku usaha untuk tidak menebang pohon di wilayah sungai, membuang kotoran hewan, limbah industri, dan limbah rumah tangga ke sungai tanpa melalui pengolahan, jagalah sungai untuk tetap baik agar anak dan cucu kita masih dapat merasakan manfaatnya untuk kehidupan di masa depan.